Wajib Tahu! 5 Fakta Mengenai Properti Syariah agar tidak Tertipu

Diterbitkan: , 3 Januari 2021

Wajib Tahu! 5 Fakta Mengenai Properti Syariah agar tidak Tertipu

Sekarang ini pilihan investasi tidak hanya seputar emas atau saham yang kadang naik dan turun tidak menentu.

Ada satu investasi yang saat ini sangat dicari karena memiliki konsep yang berbeda yakni, properti syariah.

Properti syariah menawarkan skema pembelian dan cicilan rumah yang mudah dan 100% tanpa riba.


Yuk
, kita bahas lebih lanjut mengenai properti syariah.


Apa Itu Properti Syariah?

apa itu properti syariah

Properti syariah adalah jenis properti yang terdiri dari rumah dan tanah atau pilihan properti lainnya

Dalam skema pembayarannya properti ini menjalankan syariat Islam yang tidak menerapkan prinsip pinjaman seperti bank.

Dalam pembelian properti syariah, biasanya bisa melalui KPR syariah atau developersyariah.

Tentu saja tanpa melibatkan orang ketiga atau pihak bank dalam proses kepemilikannya.


Fakta Mengenai Properti Syariah

properti syariahfoto: unsplash

Karena memiliki banyak peminat dan penjualan properti syariah yang menggiurkan, akhir-akhir ini banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menipu konsumen berkedok menjual properti syariah.

Tentu saja, Anda harus berhati-hati agar tidak menjadi korban selanjutnya.


Nah
, untuk itu Rumah123 bakal kasih tahu mengenai fakta-fakta properti syariah yang sah dan benar.


Tidak Ada Pihak ke-3

Jika Anda membeli rumah KPR di perumahan maka ada baiknya cek terlebih dahulu developer-nya.

Tanyakan apa mereka bekerjasama dengan pihak bank dalam proses cicilan rumah.

Jika iya, maka Anda patut curiga karena dalam perumahan syariah, developer hanya melibatkan 2 pihak tanpa ada keterlibatan dari bank.


DP yang Besar

Properti syariah tidak pernah menawarkan pembayaran DP rendah untuk kepemilikan sebuah rumah atau tanah.

Rata-rata DP properti mulai dari 30% – 50% jika Anda menginginkan serah terima rumah lebih cepat.

Tapi saat ini ada juga pengembang menawarkan DP ringan 10% atau cicilan 24x tapi dengan beberapa konsekuensi.

Untuk DP ringan 10%, proses serah terima akan lebih lama karena harus menunggu DP lunas terlebih dahulu.

Untuk cicilan ringan tersebut pun hanya tersedia di beberapa developer saja.

Jadi, jika Anda tergiur ada yang menawarkan DP ringan dan proses serah terima cepat.

Maka, kemungkinan itu adalah penipuan.


Cicilan yang Singkat

Siapa sih yang ingin terlibat cicilan panjang dan tidak berkesudahan?

Hal ini juga berlaku dalam pembelian properti syariah di mana dalam proses pengambilan cicilan KPR syariah maksimal 10 tahun.

Tentu saja berbeda dengan cicilan bank konvensional dan bank syariah yang masa cicilannya bisa sampai 20 tahun. 


Pengajuan Kepemilikan dan Cicilan yang Mudah

Dalam syarat pengajuan KPR dengan konsep syariah tentu jelas lebih mudah dan cepat.

Anda sudah dapat memiliki rumah atau mengikuti skema cicilan tanpa perlu repot untuk BI checking.

Anda juga bisa memiliki rumah meskipun histori keuangan Anda buruk, asalkan ada perjanjian dalam pelunasan di awal.

Sedangkan untuk bank konvensional dan bank syariah, Anda harus melengkapi banyak syarat dan dokumen termasuk BI checking.

Jika ditemukan masalah pada keuangan Anda, maka penganjuan KPR akan ditolak.


Legalitas yang Jelas

Properti syariah memiliki proses dan aturan yang lebih ketat dibandingkan bank syariah dan bank konvensional. Karena memang sistemnya tanpa riba dan sita.

Setelah pembayaran DP kepada developersyariah, Anda memiliki hak untuk melihat legalitas rumah atau tanah.

Penting untuk mengecek izin pembangunan, sertifikat Hak Guna Bangunan, peruntukan lahan, kepemilikan tanah hingga reputasinya.

Jika pihak developer tidak mau menunjukan legalitas di atas dengan berbagai alasan, maka Anda patut waspada.


Skema Pembayaran Properti

skema pembayaran properti syariah

Sebelum bahas mengenai skema pembayaran properti syariah, Anda harus tahu apa saja jenis-jenis pembayaran yang sering diterapkan di bank syariah, bank, konvensional, hingga KPR syariah.


Hard Cash 
atau Tunai Keras

Pembayaran yang menggunakan tunai keras diperuntukan bagi orang-orang yang memiliki dana lebih.

Kelebihan jenis pembayaran ini adalah bisa mendapatkan potongan harga rumah atau diskon sekitar 10% sampai 15%.

Jadi, Anda bisa memiliki rumah setelah kesepakatan dan pembayaran maksimal 1 bulan dengan harga yang miring.


Tunai Bertahap

Jenis pembayaran ini adalah sistem pembayaran dengan cicilan tapi memiliki masa cicilan yang singkat.

Waktu yang diberikan sekitar 6 – 24 bulan dan DP yang 30% – 50% dari harga rumah.

Kelebihan jenis pembayaran ini adalah tidak terpengaruh dengan fluktuasi bunga bank.


KPR Bank Konvensional dan Bank Syariah

Jenis pembiayaan ini dibantu oleh pihak bank sebagai peminjam untuk membiayai rumah hingga 70% – 80% dari harga rumah.

Memang cukup menggiurkan tapi Anda harus mengikuti beberapa tahapan agar KPR bisa diterima oleh Bank.

Mulai dari syarat KPR, dokumen, BI checkingwawancara, dan proses penentuan diterima atau ditolak.


KPR Developer atau KPR Syariah

Jenis pembayaran ini tidak melibatkan pihak bank sebagai pembiaya rumah yang ingin dibeli.

Skema KPR syariah melibatkan 2 pihak dalam proses jual beli dan tidak memasukkan unsur riba atau sesuai dengan syariat islam.


Kenapa DP Properti Syariah Mahal?

dp properti syariah

Karena tidak melibatkan bank sebagai sumber modal dalam membiayai rumah yang ingin dibeli atau dicicil.

Tentu saja DP yang ditawarkan cukup besar sekitar 30% – 50% dan berbeda dengan pihak bank yang ada menawarkan DP 0%.

Tapi,Anda tenang saja jika ingin tetap memiliki rumah tanpa riba.

Saat ini tersedia cicilan DP dengan masa cicilan maksimal 24 bulan yang bisa Anda temukan di beberapa developer syariah.


Cara Membedakan Properti Syariah


properti syariah 

Proses Transaksi 

Di KPR Syariah, transaksi terjadi antara 2 pihak yakni pembeli dan developer

Terjadi akad jual beli antara developer dan konsumen yang disaksikan oleh notaris dan pihak konsumen.

Sementara di bank syariah maupun bank konvensional, bank menjadi pihak ketiga yang ikut terlibat.


Sistem denda

Bank syariah dan konvensional akan memberikan sanksi denda apabila ada konsumen yang telat membayar.

Tapi untuk KPR syariah, tidak mengenal adanya sistem denda tapi adanya kesepakatan bersama. 


Sistem Sita dan Penalti

KPR syariah dan bank syariah memiliki persamaan yakni tidak menerapkan sistem sita atau penalti jika konsumen menunggak.

Berbeda dengan bank konvensional yang memberikan sanksi sita dan penalti hingga berujung pelelangan.


Asuransi

Dalam syariat Islam, asuransi termasuk kategori haram karena tidak jelas kegunaannya.

Maka dari itu di KPR syariah tidak ada asuransi yang meng-cover jika terjadi hal yang tidak terduga.

Sementara bank syariah dan konvensional menggunakan asuransi.

Bagaimana? Sudah makin paham kan mengenai seluk beluk properti syariah?

Semoga artikel ini membantu Anda, agar tidak mudah tertipu ketika diiming-imingi rumah murah dan DP ringan ya!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalender

Calendar Widget by CalendarLabs

Jam