APA BEDANYA RIBA DENGAN LABA

Diterbitkan: , 8 Desember 2020

Perbedaan Riba dan Laba / Keuntungan (Jual Beli)

Perbedaan Riba dan Laba/Keuntungan (Jual Beli)

Dalam beberapa sumber, hadits dibawah ini sering digunakan sebagai dalil untuk menentukan apakah sebuah jual beli termasuk riba atau bukan.

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa” (HR. Muslim no. 1584).

Sekilas hadits ini berbicara tentang jual beli tetapi jika di pahami lebih lanjut akan ada beberapa kemungkinan kontek didalam hadits ini.

1. Jual beli
Hadits ini tidak mungkin dalam kontek jual beli karena tidak boleh ada selisih atau keuntungan. Jual beli ga boleh untung?

2. Barter
Tidak mungkin orang melakukan barter antara 1kg garam dengan 1kg garam atau 1kg gandum dengan 1kg gandum. Untuk apa?

3. Hutang piutang
Yang paling mungkin adalah kontek membayar hutang. Dan bayaran hutang tersebut tidak boleh dilebihkan atau biasa disebut riba.

Dengan demikian bisa diartikan secara konsisten bahwa

Riba,
adalah tambahan atau selisih yang TIDAK DIDASARI pertukaran barang atau jasa (jual beli).

Keuntungan,
adalah tambahan atau selisih yang DIDASARI pertukaran barang atau jasa (jual beli).

Riba hanya akan muncul karena hutang piutang.
Termasuk hutang piutang langsung atau dari jual beli tidak kontan.

Contoh.
1. Menukar uang
Sebagian pihak memasukkan barter ini kedalam jenis riba dengan dalil hadits diatas karena memahami bahwa hadits diatas konteknya barter. 
Seperti penjelasan saya bahwa hadits tersebut konteknya adalah hutang piutang bukan barter.

Artinya selisih atau tambahan dalam jasa penukaran uang didasari atas pertukaran jasa antara kedua belah pihak dan tidak ada yang dirugikan. Termasuk keuntungan bukan riba

2. Titip beli
Jika kita minta tolong keseorang teman untuk membelikan suatu barang karena alasan jarak kemudian ditambahkan fee dengan persetujuan bersama, maka fee tersebut termasuk tambahan yang didasari pertukaran jasa dengan demikian termasuk keuntungan bukan riba.

3. Denda hutang
Ketika telat melunasi hutang kemudian ditambahkan denda berarti denda ini tidak didasari oleh pertukaran barang atau jasa dan disebut riba bukan keuntungan.

4. Bunga hutang
Jika berhutang kemudian diberi tambahan yang biasa disebut bunga maka tambahan ini tidak ada dasar pertukaran barang atau jasa sehingga termasuk riba bukan keuntungan.

5. Hutang di Bank Syariah
Bank Syariah tidak melayani hutang langsung karena hutang langsung tidak bisa menghasilkan keuntungan selain riba. 
Bank Syariah melakukan hutang piutang melalui jual beli tidak kontan atau kredit untuk mendapatkan keuntungan.

6. Jual beli kredit
Selisih antara harga pasaran dengan harga jual didasari adanya pertukaran barang misalnya motor dengan demikian tambahan tersebut termasuk keuntungan bukan riba.
Yang menjadikan riba jika ada kesepakatan telat bayar akan maka kena tambahan hutang. Tambahan ini tidak ada dasar pertukaran barang atau jasa sehingga termasuk riba.

APAKAH ARTIKEL INI BERMANFAAT?
SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA DI BAWAH INI 👇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalender

Calendar Widget by CalendarLabs

Jam